Tuesday, 4 November 2014

Pantai Jimbaran, Bali

Romantisnya Pantai Jimbaran, Bali

Jimbaran
Pantai Jimbaran adalah salah satu tempat wisata di Bali yang paling terkenal. Pada saat anda datang ke Pantai Jimbaran, yang pertama kali akan anda lihat adalah deretan meja dan kursi makan di atas pasir putih yang indah. Pantai Jimbaran terkenal dengan kuliner pinggir pantainya, terutama hidangan lautnya. Pantai Jimbaran untuk anda yang ingin berwisata ke pantai sekaligus menikmati wisata kuliner khas Bali. Tidak perlu kuatir menyantap makanan di Pantai ini karena ombak di Pantai sangatlah tenang, tidak membahayakan anda yang sedang makan di pinggir pantai.
Pantai Jimbaran adalah salah satu pantai pasir putih di Bali, pasirnya halus dan berwarna putih ke kuning – kuningan. Kebersihan di pantai ini selalu terjaga, karena ada petugas kebersihan yang bertugas membersihkan areal pantai. Di sepanjang pinggir pantai banyak dibangun hotel, spa dan villa. Seperti hotel Intercontinental dan Four Seasons Jimbaran, pihak hotel juga selalu menjaga kebersihan di tepi pantai, dengan mengadakan acara gotong royong membersihkan pantai dari sampah.
Dengan pemandangan pantainya yang indah, memiliki pasir putih serta pemadangan matahari terbenam, maka banyak hotel dipinggir pantai, sering menggelar berbagai acara di tepi pantai ini. Dari tepi pantai anda dapat melihat bandara Ngurah Rai, yang merupakan satu-satunya bandara berstandar international di Bali.

Hal yang Menarik Di Pantai Jimbaran


Jimbaran merupakan sebuah kelurahan yang terdiri atas 12 banjar adat dan 1 banjar dinas di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Jimbaran dikenal dengan pantainya yang indah, selain itu kawasan pantai ini juga merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati hidangan laut. Dahulu mayoritas penduduk di sekitar kawasan pantai bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani. Akan tetapi setelah perubahan kawasan menjadi salah satu objek wisata, banyak dari penduduk lokal yang kemudian beralih profesi menggeluti bidang pariwisata. Dengan mendirikan penginapan ataupun mendirikan tempat makan. Selain itu banyak tempat tempat menarik di sekitar Jimbaran.
Disini Anda bisa memilih sendiri makanan Anda. Kepiting, dan ikan laut lain tersedia, mau digoreng, di bakar atau dikukus, pembeli bebas memilih sendiri bagaimana ikannya dimasak. Selain itu biasanya pihak pengelola tempat makan juga menyajkan hiburan live musik yang semakin membuat malam hari Anda di pantai ini kian menarik. Untuk mencapai kawasan pantai, bisa Anda tempuh selama 30 menit perjalanan dari Kota Denpasar, atau kurang lebih 10 menit dari Bandara Internasional Nguah Rai Bali. Selain tempatnya yang menarik, pantai Jimbaran juga merupakan kawasan yang strategis, karena berjarak kebih kurang 5 km dari Pantai Kuta, sehingga Anda juga bisa mengunjungi objek wisata lain di Kota Denpasar dengan waktu tempuh pendek.
Karena dari awal kawasan jimbaran merupakan kampung nelayan, maka tidak susah untuk menemukan ikan segar. Hal inilah yang mendorong pelaku industri untuk mendirikan restoran, warung makan, dan café di sekitar tempat wisata ini. Kondisi pantai tak jauh dengan kebanyakan pantai pantai di bali lainnya, kondisi pantai yang landai dan memiliki pasir putih dengan ombak laut yang tidak begitu besar menjadikan Pantai Jimbaran lokasi yang tepat untuk mendirikan usaha kuliner di tepi pantai. Sembari menikmati hidangan sea food Anda juga disuguhkan dengan pemandanga dan hembusan angin laut di malam hari yang menambah indah suasana makan malam Anda.

Jika Anda telah puas menikmati indahnya panorama pantai  Anda bisa menikmati tempat wisata lain yang juga berada di daerah Jimbaran. Masih banyak sekali tempat-tempat menarik di sini yang bisa Anda kunjungi antara lain pantai muaya jimbaran pantai berbatu karang (wisata mancing) tegal wangi tungak sabe, batu layah, bene. Jangan lupa sebelum pergi liburan, persiapkan terlebih dahulu segala kebutuhan Anda dan jangan lupa baca Referensi tempat wisata di Bali yang patut dikunjungi.

Pura Uluwatu, Bali

Pura Uluwatu Tujuan Utama Wisatawan, Bali

Uluwatu, kecak dance
Pura Uluwatu adalah Pura Hindu yang terletak di tepi tebing di bagian selatan semenanjung Bali. Pura ini adalah salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali (enam kelompok besar Pura di Bali), terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung atau sekitar 25 km di selatan Kota Denpasar. Pura ini terletak pada terumbu karang, kira-kira sekitar 80 meter di atas permukaan laut. Terdapat pula hutan kering kecil yang sering disebut Alas Kekeran (hutan larangan) yang merupakan bagian dari Pura dan dihuni oleh banyak monyet dan hewan lainnya. Nama Uluwatu adalah berasal dari kata Ulu yang berarti kepala dan Watu berarti batu. Oleh karena itu Pura Uluwatu berarti Pura yang dibangun di ujung terumbu karang.
Mpu Kuturan, seorang Pendeta Hindu dari Jawa, mendirikan Pura ini pada abad ke-10. Pada abad ke-15 Pendeta besar Danghyang Nirartha atau Danghyang Dwijendra, memilih Pura Uluwatu sebagai tempat terakhir di dunia, sejarah mencatat bahwa Danghyang Nirartha mencapai moksa (bersatu dengan Tuhan) ketika bermeditasi di Uluwatu. Legenda juga menyebutkan kepada kita bahwa Danghyang Nirartha adalah arsitek dari Pura-Pura yang indah, serta banyak Pura besar lainnya di Bali, Lombok, dan Sumbawa.
Pura Uluwatu berada di atas anjungan batu karang tinggi yang menjorok ke Samudera Hindia. Berbeda dengan pemandangan Pura Tanah Lot yang dibangun di atas pulau karang di tengah laut, di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan luasnya Samudera Hindia dengan deburan ombak yang menerpa kaki tebing Uluwatu. Jika berminat bertamasya ke pura ini, Anda sebaiknya datang sore hari menjelang matahari terbenam. Sebab, pesona matahari terbenam (sunset) dengan latar belakang siluet Pura Luhur Uluwatu dipercaya tak ada duanya di Pulau Bali.
Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang memiliki kaitan erat dengan pura induk. Pura-pura pesanakan tersebut antara lain Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding, dan Pura Dalem Pangleburan. Pura-pura ini berhubungan langsung dengan Pura Luhur Uluwatu pada saat Piodalan, yaitu pemujaan terhadap Sang Hyang Widi yang berlangsung setiap 210 hari, pada hari Selasa Kliwon Wuku Medangsia.

 Kegiatan yang Tak Boleh Anda Lewatkan Saat Berkunjung Ke Pura Uluwatu Bali.

Pemandangan indah, hamparan samudera luas di depan mata dengan deburan obak birunya yang fantastis dan juga sunset merupakan kegiatan yang dapat Anda nikmati begitu kaki Anda berada di Pura Luhur Uluwatu. Selain itu Anda dapat memanjakan mata dengan mengagumi arsitektur bangunan pura.
Puas menikmati panorama alam yang indah dan matahari tenggelam, jangan lewatkan untuk menyaksikan para seniman Bali dalam pergelaran Tari Kecak yang sakral namun juga menghibur. Pagelaran ini diadakan di Pura Uluwatu setiap hari, pada pukul 18.00- 19.00 WITA. Tari Kecak merupakan tarian yang menceritakan penggalan epik Ramayana, yaitu ketika dewi Shinta diculik oleh Rahwana.
Tepat di bawah pura ini terdapat pantai Pecatu, banyak peselancar dari belahan dunia datang untuk menjajal ombak pantai ini, bahkan event internasional seringkali diadakan di sini.
Untuk memasuki objek wisata Pura Luhur Uluwatu, Anda harus membayar tiket sebesar Rp.3000 untuk orang dewasa dan Rp. 1500 untuk anak- anak.

 Tips Jika Anda Berkunjung Ke Pura Uluwatu.

  1. Untuk bisa masuk kedalam pura ini Anda harus mengenakan sarung dan selempang yang bisa disewa ditempat itu.
  2. Monyet-monyet yang hidup di pura ini memiliki kebiasaan mengambil barang-barang bawaan wisatawan seperti: kamera, tas dan kacamata. Jadi jaga baik-baik barang-barang bawaan Anda.
  3. Menyambangi Pura Uluwatu paling baik adalah pada sore hari, sehingga Anda bisa menyaksikan matahari tenggelam dengan siluet Pura Uluwatu yang mengagumkan.

Wisata Pantai Kuta, Bali

Pantai Kuta, Bali

Balinese, Kuta beach
Wisata ke Pantai Kuta pulau Bali merupakan tujuan utama para wisatawan domestik ataupun turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia khususnya yang berwisata ke Pulau Bali. Tidak dipungkiri lagi bahwa Bali merupakan salah satu tujuan pariwisata yang paling populer di Indonesia. Nama pulau bali sudah terkenal di seluruh negara di dunia karena keindahan alam, keindahan pantai, kekayaan seni dan kebudayaan serta keramahtamahan masyarakat dan kearifan lokalnya. Keindahan alam di Pantai Kuta menjadi salah satu daya tarik para wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya turis dari Australia dan Jepang. Dan kebanyakan para turis mancanegara tidak hanya satu kali mengunjungi Pantai Kuta yang indah ini. Bahkan ada yang menetap dan membuka usaha bahkan sampai menikahi para wanita bali.

1. Kenapa Harus Datang Ke Pantai Kuta ?


Pantai Kuta Bali adalah sebuah pantai yang terletak di sisi sebelah selatan Pulau Bali. PantaiKuta terletak di Kabupaten Badung. Sebelum menjadi objek wisata yang terkenal seperti sekarang, daerah Kuta sebelumnya merupakan sebuah pelabuhan perdagangan. Di mana produk dari masyarakat lokal bali diperdagangkan kepada pembeli dari luar Pulau Bali. Memasuki abad ke-19 masehi, Mads Lange, seorang pedagang asal Denmark, berlayar menuju ke Bali dan mendirikan tempat perdagangan di daerah Kuta. Kepandaiannya dalam bernegosiasi, membuatnya sebagai pedagang yang cukup terkenal antara raja-raja Bali dengan Belanda.
Selain Mads Lange ada juga tokoh lain, yaitu Hugh Mahbett. Dia menerbitkan sebuah buku dengan judul “Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakkan para wisatawan yang akan berkunjung ke Bali. Buku itu akhirnya menginspirasi banyak orang untuk berinvestasi membangun fasilitas-fasilitas wisata seperti penginapan, dan restoran di Pantai Kuta.Daerah Pantai Kuta  merupakan salah satu tujuan wisata turis domestik dan turis mancanegara, dan telah menjadi tempat wisata andalan Pulau Bali sejak tahun 70-an. Karena keindahan sunsetnya, daerah Kuta pun mendapat julukan sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach).Di sepanjang Pantai Kuta terdapat banyak kawasan pertokoan, restoran, penginapan dan tempat menjemur diri. Selain keindahan pantainya saat sunset, Pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis olahraga air.Pantai Kuta termasuk salah satu pantai yang memiliki ombak yang cukup bagus untuk berselancar (surfing), terutama bagi para pemula.Selain pantai, Kuta juga menawarkan sesuatu yang istimewa. Adanya tempat penangkaran penyu di Pantai Kuta merupakan salah satu usaha pemerintah untuk melindungi hewan ini. Pantai Kuta sejatinya adalah tempat berkembang biak alami penyu, namun karena pembangunan yang pesat didaerah pantai, menyebabkan populasi penyu semakin menurun. Jika anda beruntung, anda bisa melihat aktivitas untuk pelepasan bayi-bayi penyu atau sering disebut tukik untuk dilepas ke lautan lepas.

2. Bagaimana Transportasi Ke Pantai Kuta ?

Untuk transportasi menuju kuta beach juga tidak terlalu sulit. Hanya dibutuhkan waktu lebih kurang 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali ke daerah Pantai Kuta. Beberapa model transportasi yang dapat digunakan yaitu, taksi, kendaraan pribadi atau bus.

Di Pantai Pandawa Terdapat Patung-patung Tokoh Film Mahabharata

Pesona Pantai Pandawa

Mahabharata
Pantai Pandawa adalah salah satu kawasan wisata di area Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia. Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar, yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan Kunti yag terdapat dalam kisah perang bharata dalam kisah Mahabharata.
Keenam patung tersebut secarara berurutan diberi nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa. Kenapa dinamakan Pantai Rahasia atau Secret Beach? Tempat wisata ini dahulu disebut dengan nama Secret Beach, karena lokasinya yang berada di balik tebing kapur tinggi, sehingga tak banyak orang yang mengetahui keberadaannya.
Tempat wisata ini dahulu disebut dengan nama Secret Beach karena lokasinya yang berada di balik tebing kapur tinggi, sehingga tak banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Sekarang, pemerintah daerah telah membuka akses masuk dengan membuat jalan sepanjang 1,5 km membelah tebing kapur.
Tempat wisata yang juga disebut dengan Pantai Kutuh ini memiliki keindahan yang tak kalah dibandingkan pantai lainnya di Bali. Hamparan pasir putih dan airnya yang biru kehijauan membuat siapa saja betah berlama-lama menikmatinya dengan duduk di deretan kursi malas di pantai ini.
Nama tempat wisata ini didapatkan dari adanya lima buah patung Pandawa, legenda dalam ajaran Hindu, yang menghadap pantai. Di tebing kapur tersebut dibuat lubang-lubang untuk menempatkan kelima patung Pandawa, yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna dan si kembar Nakula dan Sadewa.
Berkunjung ke pantai ini berarti Anda perlu bersiap-siap untuk basah. Berenang menjadi aktivitas utama selain kano atau paragliding. Akan tetapi, apabila tidak ingin berbasah-basahan maka Anda bisa bersantai duduk di warung-warung pinggir pantai sembari menikmati air kelapa bersama jagung bajar. Anda juga bisa berjalan-jalan di sepanang pesisir pantainya menyaksikan petani rumput laut yang sedang beraktivitas.
Selain dikenal dan dijadikan sebagai tujuan wisata pantai, Pantai Pandawa juga digunakan sebagai lokasi upacara hindu “melasti” oleh masyarakat desa setempat. Oleh karena itu, datang pada saat upacara tersebut dapat memberikan atraksi yang lebih mengesankan.
Pantai Pandawa memang dijadikan sebagai tempat budidaya rumput laut. Di pantai ini Anda bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang budidaya rumput laut yang dijalankan masyarakat sekitar sejak 1980-an. Kabarnya kini aktivitas budidaya tersebut menggandeng mitra dari negara lain seperti Denmark dan Amerika Serikat.
Ombak di Pantai Pandawa tergolong ideal untuk berselancar. Menurut warga sekitar, terungkapnya keberadaan pantai ini juga tak lepas dari beberapa wisatawan yang dahulu seringkali membawa papan selancarnya berjalan menuju ke arah pantai ini. Banyak yang penasaran mengapa mereka melewati tebing dengan membawa papan selancar. Saat itulah keberadaan pantai ini mulai diketahui banyak orang sampai sekarang.
Menjelang sore, banyak nelayan yang datang memunguti rumput laut yang terdampar karena terbawa ombak. Di kawasan pantai ini memang terdapat budidaya rumput laut oleh nelayan setempat. Selain mengambil rumput laut yang telah mati dan terbawa ombak ke tepi pantai, para nelayan ini juga melakukan penanaman rumput laut untuk menjaga kelestarian alam di Pantai Pandawa.
Jika di Pantai Kuta Anda bisa ikut dalam kegiatan pelepasan tukik ke laut, di sini Anda bisa ikut dalam upaya penanaman rumput laut bersama para nelayan. Meskipun sedang berlibur, namun upaya menjaga lingkungan tentu tetap wajib dilakukan, ya.
Jika tak puas menikmati keindahan pantai ini dari atas pasir putihnya saja, Anda bisa berlayar ke laut lepas. Tersedia perahu dayung yang disewakan dengan harga 15.000 Rupiah untuk Anda gunakan menyusuri jernihnya air laut di sini. Jangan lupa untuk menyewa baju pelampungnya juga dengan harga 10.000 Rupiah demi keamanan dan keselamatan Anda.
Keindahan Pantai Pandawa membuat siapa pun ingin mengabadikannya dalam bingkai foto. Hamparan pasir putih dan air biru kehijauannya menjadi pemandangan kontras dan cantik. Jika ingin mengambil foto dengan angle yang berbeda, cobalah naik ke atas tebing dan bidik gambar terbaik dari tempat wisata ini.
Karena keindahannya, Pantai Pandawa juga seringkali dijadikan lokasi untuk foto prawedding dan pengambilan gambar untuk keperluan komersil seperti iklan dan juga film.

Di pantai ini tersedia kursi malas dilengkapi payung yang bisa Anda sewa untuk berjemur. Siapkan bahan bacaan, suasana pantai yang tenang sangat cocok jika dinikmati sambil membaca buku favorit Anda. Sambil berjemur dan membaca, Anda juga bisa memanggil tukang pijat yang berkeliling di sekitar pantai.

Monday, 3 November 2014

Kidung Suci Pitra Yajna

Kidung Pitra Yajna

Ngaben
  1. Nedunang layon pacang nyiramang
    Menurunkan Jenazah untuk dimandikan
Cewana – Girisa
    1. Ata sedengira mantuk sang suralaga ringayun.
      Tucapa aji wiratan. Karyasa nagisi weka.
      Pinahajongira laywan sang putra mala piniwa.
      Pada litu hajenganwam. Lwir kandarpa pina telu.
    2. Lalu laranira nasa sambat putranira pejah.
      Lakibi sira sumengkem ring putra luru kinusa.
      Ginamelira ginanti kang laywan lagi ginugah.
      Inutusira masabda kapwa ajara bibi aji.
  1. Nyiramang layon – Memandikan Jenazah.
Bala – ugu.
    1. Bala ugu dina melah, manuju tanggal sasih.
      Pan Brayut panamaya. Asisig adyus akramas.
      Sinalinan wastra petak. Mamusti madayang batis.
      Sampun puput maprayoga, tan swe ngemasin-mati.
    2. Ikang layon ginosongan, ne istri tuhu satya, de pamayun matingkah.
      Eteh eteh sang paratra. Toya hening pabresihan.
      Misi ganda burat-wangi. Lengise pudak sategal.
      Sumar ganda mrbuk arum.
    3. Pusuh menuhe uttama. Malem sampun macawisan.
      Tekening edon intaran. Bebek wangi lengis kapur.
      Monmon mirah windusara. Waja meka panca datu.
      Don tuwung sampun masembar. Sikapa kalawan taluh.
    4. Buku-buku panyosalasan. Pagamelane salaka.
      Kawangene panyelawean. Gegalenge satak-seket.
      Sampun puput pabersihan. Winiletang dening kasa.
      Tikeh halus wijil jawa. Lante maulat panyalin.
  1. Mamarga ka setra – Pergi ke Kuburan
Indra – wangsa
    1. Mamwit narendratmaja ring tapowana.
      Manganjali ryagraning indra parwata.
      Tan wis mrti sangka nikang hayun teka.
      Swabhawa sang sajana rakwa mangkana.
    2. Mangkat dateng toliha rum wulat nira.
      Sinambaying camara sangkaring geger.
      Panawanging mrak panangisnikungalas.
      Erang tininggal masaput-saput hima.
    3. Lunghang lengit lampahira ngawe tana.
      Lawan Sang Erawana bajranaryama.
      Tan warnanen decanikang katungkulan.
      Apan leyep muksa sahinganing mulat.
  1. Ngeseng Sawa – Memperabukan Jenazah.
    1. Sang atapa sakti bhakti, astiti purwa sangkara.
      Yan mati maurip malih. Wisesa sireng bhuwana.
      Putih timur abang wetan. Rahina tatas apadang.
      Titisning jaya kamantyan. Mapageh ta samadinira.
    2. Nghulun angadeg ring natar. Kamajaya cintanya.
      Sang atunggu parawean. Mawungu pakarab-karab.
      Ilangani dasa-mala, amrtang gangga asuci.
      Pamunggal rwaning wandira. Pinaka len prehanira.
    3. Yan sampun sira araup. Isinikang kundi manik.
      Anut marga kita mulih. Yan sira teka ring umah.
      Tutugaken samadinta. Sapangruwat sariranta.
      Isenikang pangasepan. Kunda kumutug samiddanya.
    4. Wewangen dadi tembaga. Rurube kang dadi emas.
      Arenge kang dadi wesi, Awune kang dadi selaka.
      Kukuse kang dadi mega. Yeh iku manadi ujan.
      Tumiba ring Mrecapada. Yeh iku dadi amretta.
  2. Rikala ngayut – Buang abu ke laut.
    1. Ring wetan hana telaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sarira.
      Sakwehing malapataka. kalebura ring tanane.
    2. Ring kidul hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    3. Ring kulon hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    4. Ring lor hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    5. Ring madya hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    6. Sampun ta sira abresih, anambut raja bhusana.
      Binurating sarwa sari. Mrebuk arum gandaning wang.
      Matur sira ring Hyang Guru. Sinung wara nugraha sira.
      Keasunganing mandi swara. Paripurna tur nyewan

Kidung Suci Manusia Yajna

Kidung Manusia Yajna


Aneka Kidung
  1. Kawitan Tantri – Pendahuluan.
    1. Wuwusan Bhupati. Ring Patali nagantun.
      Subaga wirya siniwi. Kajrihin sang para ratu.
      Salwaning jambu warsadi. Prasama hatur kembang tahon.
    2. Tuhu tan keneng api. Pratapa sang prabu Kesyani ruktyeng sadnyari.
      Sawyakti Hyang Hari Wisnu. Nitya ngde ulaping ari.
      Sri dhara patra sang katong.
    3. Wetning raja wibawa, mas manik penuh.
      Makinda yutan ring bahudanda. Sri Narendra, Sri Singapati,
      Ujaring Empu Bhagawanta. Ridenira panca-nana.
      Bratang penacasyan.
      Hatur Hyang Dharma nurageng bhuh.
    4. Kadi kreta yuga swapurneng nagantun Kakwehan sang yati.
      Sampun saman jayendrya. Weda Tatwa wit. Katinen de Sri Narendra.
      Nityasa ngruci tutur. Tan kasareng. wiku apunggung wyara brantadnya ajugul.
  2. Demung Sawit (bawak, dawa)
    1. Tuhu atut bhiseka Nrapati. Sri Eswaryadala.
      Dala kusuma patra nglung,
      Eswarya raja laksmi.
      Sang kulahamenuhi rajya.
      Kwening bala diwarga.
      Mukya sira.
      Kryana patih Sangniti Bandeswarya patrarum.
    2. Nityasa angulih- ulih amrih sutrepting nagara,
      lan sang paradimantriya.
      Tuhu widagda ngelus bhumi.
      Susandi tinut rasaning aji,
      Kutara manawa.
      Mwang sastra sarodrsti.
      Matangyan tan hanang baya kewuh.
    3. Pirang warsa Sri Nrapati Swaryadala.
      Tusta ngering sana.
      Kaladiwara hayu.
      Sri narapati.
      Lagya gugulingan ring taman.
      Ring yaca ngurddha angunggul.
      Yayamireng tawang.
      Tinum pyata tinukir.
      Kamala kinanda-kada.
      Langu inipacareng santun.
    4. Mangamyat kalangenikang nagara.
      Tisoba awiyar.
      Indra bhuwana nurun,
      Kweh tang pakwana titip.
      Pada kabhi nawa.
      Dening sarwendah linuhung.
      Liwar sukanikang wong.
      Anamtami kapti.
      Arumpuka sari sama angrangsuk bhusana aneka marum.

Aneka Kidung Suci Hindu

Kidung Dewa Yajna

Wargasari
Seni suara adalah salah produk seni yang lahir hampir bersamaan dengan kelahiran manusia, demikian kata seniman. Seni suara demikian akrab di dalam kehidupan manusia. Seni suara mampu memberikan ketenangan dalam hati dan jiwa manusia. Seni suara merupakan media untuk mengekspresikan suasana hati dari manusia.
Demikian akrabnya seni suara dengan kehidupan manusia sehingga hampir setiap aktivitas manusia diiringi dengan seni suara. Tidak terkecuali dalam aktivitas spritual. Di Hindu, seni suara juga merupakan sarana untuk beryadnya. Yaitu melakukan korban suci dengan melagukan sebuah kidung suci yang mampu menciptakan suasana damai di hati.
Marilah kita simak satu persatu warisan leluhur kita, sebagai bagian dari setiap upacara/aktivitas spritual umat hindu.

  1. Kawitan Warga Sari – Pendahuluan sembahyang
    1. Purwakaning angripta rumning wana ukir.
      Kahadang labuh. Kartika penedenging sari.
      Angayon tangguli ketur. Angringring jangga mure.
    2. Sukania harja winangun winarne sari.
      Rumrumning puspa priyaka, ingoling tangi.
      Sampun ing riris sumar. Umungguing srengganing rejeng
  2. Pangayat – Menghaturkan sajen
    Kidung Warga Sari
    1. Ida Ratu saking luhur. Kawula nunas lugrane.
      Mangda sampun titiang tanwruh. Mengayat Bhatara mangkin.
      Titiang ngaturang pajati. Canang suci lan daksina.
      Sami sampun puput. Pratingkahing saji.
    2. Asep menyan majagau. Cendana nuhur dewane,
      Mangda Ida gelis rawuh. Mijil saking luhuring langit.
      Sampun madabdaban sami. Maring giri meru reko.
      Ancangan sadulur, sami pada ngiring.
    3. Bhatarane saking luhur. Nggagana diambarane.
      Panganggene abra murub. Parekan sami mangiring.
      Widyadara-widyadari, pada madudon-dudonan,
      Prabhawa kumetug. Angliwer ring langit.
  3. Pamuspan – Sembahyang
    Merdu – Komala
    1. Ong sembah ning anatha. Tinghalana de Triloka sarana.
      Wahya dyatmika sembahing hulun ijeng ta tan hana waneh.
      Sang lwir agni sakeng tahen kadi minyak sakeng dadhi kita.
      Sang saksat metu yan hana wwang hamuter tutur pinahayu.
    2. Wyapi-wyapaka sarining paramatatwa durlabha kita.
      Icantang hana tan hana ganal alit lawan hala-hayu.
      Utpatti sthiti lina ning dadi kita ta karananika.
      Sang sangkan paraning sarat sakala-niskalatmaka kita.
    3. Sasi wimbha haneng: ghata mesi banyu.
      Ndan asing suci nirmala mesi wulan.
      lwa mangkana rakwa kiteng kadadin.
      Ring angambeki yoga kiteng sakala.
    4. Katemun ta mareka sitan katemu.
      Kahidepta mareka si tankahidep.
      Kawenang ta mareka si tan ka wenang.
      Paramartha Siwatwa nira warana.
  4. Nunas tirtha – Mohon tirtha
    1. Turun tirtha saking luhur. nenyiratang pemangkune.
      Mekalangan muncrat mumbul. Mapan tirtha mrtajati.
      Paican Bhatara sami, panglukatan dasa-mala.
      Sami pada lebur. Malane ring gumi.