Showing posts with label Latihan Yoga. Show all posts
Showing posts with label Latihan Yoga. Show all posts

Saturday, 15 November 2014

Apa Itu Yoga?

Pemahaman Tentang Yoga


Yoga
Yoga adalah Suatu seni untuk meningkatkan kesadaran diri, baik pikiran, ucapan dan perbuatan. Dengan berlatih yoga secara rutin dan benar maka kesadaran, kebijaksanaan, ketenangan, ketentraman dan kedamian setiap praktisinya akan bangkit.
Penyatuan yang di Maksud adalah penyatuan Sang Diri, yaitu Roh/ Atman yang ada pada diri kita dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga mampu tercipta kedamaian di Jagat Raya ini. Yoga adalah praktik kehidupan, yang merupakan penerapan dari ajaran-ajaran Weda , dalam kehidupan setiap mahluk hidup dilandasi oleh kesadaran ke-Tuhanan dalam hidupnya yang mengandung ajaran penuntun kehidupan sampai evolusi sang Roh.
Yoga berasal dari kata sansekerta, Yuj yang artinya menghubungkan, arti lebih luas sebagai pemersatu spirit individu (jiwatman) dengan spirit Universal (Paraatman). ini merupakan suatu kontak pembebasan diri agar selalu dalam keadaan bebas dari penderitaan sebagai penyebab dari suatu kesedihan.

Astangga Yoga

Ashtanga yoga atau Delapan tangga yoga,yang di rumuskan oleh seorang yogi terkenal bernama Patanjali di dalam kitab yoga sutra, merupakan warisan berharga bagi para praktisi yoga masa kini. Pada awal masa pembentukanya, yoga masih merupakan suatu pengetahuan yang lebih sistematis. Dalam kitab yang di tulis dalam bahasa sansekerta pada kira-kira abad ke-2 SM ini,terdapat panduan mengenai tahap-tahap pemurnian tubuh dan pikiran agar dapat masuk lebih jauh ke dalam kesadaran yang lebih tinggi menuju realisasi diri atau Samadhi,Setiap tahap merupakan bagian mandiri yang dapat dilakukan secara terpisah,atau dapat pula dilakukan simultan dan bertahap.
Tahap-tahap awal bernama yama dan niyama. Yama merupakan kode etik moral dan Niyama merupakan panduan disiplin diri bagi setiap siswa yoga. Diibaratkan sebuah gedung yang membutuhkan fondasi yang kukuh,begitu pula di butuhkan moral dan disiplin yang kuat untuk mempelajari yoga.
1. Yama, atau pengendalian diri, terdiri dari 5 aspek, di namakan panca yama,yaitu : 

  • Ahimsa : anti kekerasan,menghindari setiap bentuk tindak kekerasan,baik terhadap sesame manusia,binatang maupun lingkungan sekitar.
  • Satya : Kebenaran yang sejati,mengikuti nurani dan menguatkan mental untuk selalu berkata,berpikir,dan berlaku secara benar.
  • Asteya : tidak mencuri,tidak menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain.
  • Brahmacharya : Menjaga kesucian ,hidup secara seimbang dalam segala hal dan menjaga kemurnian tubuh ,pikiran dan emosi.
  • Aparigraha : nonposesif,menjauhkan diri dari membangga-banggakan diri dan harta,tetap hidup dengan sederhana dan tidak berlebihan.

2. Niyama, atau displin diri, terdiri dari 5 aspek yang dinamakan panca niyama, yakni:
  • Svadhyaya: Menuntut ilmu. Selalu haus akan ilmu dan memilki hasrat untuk terus memperdalam ilmu.
  • Tapa : ketekunan dan usaha keras.
  • Santosha : penuh kedamaian. Menjaga rasa damai dan rasa puas dalam diri.
  • Saucha : kemurnian. Meningkatkan kesucian tubuh dan pikiran.
  • Ishvara Panindhana : menghormati Tuhan dan ajaran agama yang ada.
3. Asana, atau postur yoga, merupakan gerakan yang lembut dan sistematis. Asana bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan serta kekuatan otot dan sendi tubuh, memijat susunan saraf pusat di punggung, melancarkan aliran darah, menyeimbangkan produksi hormone, serta membuang racun dari dalam tubuh.
4. Pranayama, atau tekniik pernapasan, meningkatkan asupan oksigen serta prana ke dalam tubuh, menggiatkan fungsi kerja sel tubuh, serta meningkatkan konsentrasi dan ketenangan pikiran.
5. Pratyahana, menguasai rasa, yaitu menarik perhatian dari semua rangsangan yang terdapat di luar dan dapat mengganggu konsentrasi, dan mengarahkannya ke daLam diri. Pratyahara bertujuan mendiamkan pikiran dan merupakan pelatihan yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran (mindfulness)
6. Dharana, konsentrasi, adalah tahap awal menuku Dhayana atau meditasi. Dharana merupakan kelanjutan Pratyahara karena pikiran menjadi lebih tajam.
7. Dhyana, meditasi, adalah perjalanan untuk lebih jauh masuk dalam pikiran dan diri (the self) dan mulai meniadakan eksistensi tubuh.
8. Samadhi, kesadaran tertinggi atau pencerahan. Dalam tahap dhyana (meditasi) terkadang masih terasa dualisme antara kesadaran tubuh. Samadhi merupakan titik kulminasi union atau peleburan antara atma (diri) dan Sang Brahnan ( Sang Pencipta).

3 Lapisan Tubuh Manusia

Kita perlu tubuh untuk menjalani hidup. Dengan adanya tubuh, kita menjadi “ada” dan tanpa tubuh, kita bukanlah “siapa-siapa”. Tubuh merupakan “kuil” tempat bersemayamya jiwa dan, karena itu, harus di jaga dan dipelihara sebaik mungkin. Walaupun demikian, tubuh fisik memilikin keterbatasan waktu untuk eksistensinya,Karena pada saat nanti,tubuh yang di besarkan oleh makanan ini akan kembali ke siklus makanan.
Dalam system yoga, selain tubuh fisik terdapat 2 jenis tubuh lain-yakni tubuh astral dan tubuh kausal-yang bersifat kekal dan berada dalam dimensi yang berbeda dengan tubuh fisik, keduanya akan meninggalkan tubuh fisik pada saat kematian. Praktik Hatha yoga mengajarkan penyatuan body, mind,ang soul melalui tehnik-tehnik penguasaan tubuh, merupakan pintu gerbang awal untuk memasuki kesadaran akan mental dan spiritual. Intinya, dengan melakukan praktik Hatha yoga, kita akan meningkatkan kesadaran akan tubuh, yang akan membawa ke kesadaran pikiran, kemudian kana membawa pada kesadaraan atman/jiwa, dan mengembalikan diri pada kebahagiaanya.

Tubuh fisik ( Stula sarira ) 

Merupakan tubuh ”Kasar”yang di bentuk oleh 5 undur:bumi(prithivi),air (apas),api (agni), udara (Vayu) dan ether/angkasa (akasha). Siklus eksistensi tubuh fisik ialah saat mengalamai kelahiran, pertumbuhan, perubahan, pengeroposan dan kematian.

Tubuh astral (Suksma sarira) 

Merupakan tubuh ”halus” yang mampu merasakan rasa senang dan rasa sakit, terdiri dari 19 unsur : 
  • 5 organ aksi (kara indriya) : mulut, tangan, kaki, genital dan anus. 
  • 5 Organ ilmu Pengetahuan (jnana indriya):Pancaindra,yakni mata (penglihatan ), Telinga (pendengaran ), Hidung (Penciuman), lidah(Rasa) dan kulit (Sentuhan ). 
  • 5 Prana / Energi. Prana adalah energi kehidupan yang melingkupi semua materi di alam semesta ini, termasuk di dalam udara/napas yang kita hirup saat bernapas; Prana vayu: kekuatan dasar yang menggerakan segala sesuatu dan mengaktifkan fungsi-funsi fall penting seperti bernapas, makan minum, dan menerima input sensorial (indriawi). Apana vayu: Kekuatan yang mengatur proses pengeluaran : urine, tinja, ejakulasi, menstruasi, dan proses melahirkan : kekuatan yang menghasilkan rasa penerimaan dan pasrah. Samana vayu: kekuatan yang mengatur pencernaan makanari, emosi, dan pengalaman sensorial: merupakan kekuatan yang mengubah prana menjadi energi. Udana vayu: kekuatan yang mengatur pertumbuhan tubuh dan kemampuan untuk berdiri, berjalan, dan berbicara: merupakan kekuatan yang memberikan antusiasme dalam hidup. Vyana vayu: kekuatan yang mengatur sirkulasi oksigen dan makanan dalam tubuh fisik, serta mengatur sirkulasi pikiran dan emosi dalam astral merupakan kekuatan yang mendukung fungsi kerja prana lainnya.
  • 4 unsur “instrument dalam”: pikiran (manas), intelek (buddhi), pikiran bawah sadar (chitta), dan ego (ahamkara-Pembenaran diri).
Selain ketiga jenis tubuh ini,terdapat juga 5 lapisan kesadaran yang termanifestasikan dalam ketiga jenis tubuh tersebut.Kelima lapisan kesadaran adalah:

  1. Annamaya kosha (lapisan makanan), terdapat dalam tubuh fisik dan terbentuk dari unsur dunia fisik- yakni makanan. Oleh karena itu, lapisan tubuh ini akan kembali ke siklus makanan (food cycle) setelah mati.
  2. Pranamaya kosha (lapisan vital/energi),terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 prana dan 5 organ aksi. Fungsinya adalah merasakan lapare,haus,panas, dan dinggin.
  3. Manomaya kosha (lapisan mental), terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 organ pengetahuan dan beberapa unsur dalam, yakni pikiran / manas dan pikiran bawah sadar/chitta. Fungsinya ialah berpikir menyangsikan,marah,nafsu,gembira,depresi dan delusi.
  4. Vijnamaya kosha (lapisan intelek) terdapat dalam tubuh astral dan bekerja dengan bantuan 5 orang ilmu pengetahuan yang bekerja sama dengan intelek (Buddhi) yang mampu menganalisis dan membedakan berbagai hal dan ego (ahamkara) yang bertujuan untuk pembenaran diri,Fungsinya ialah membedakan dan membuat kepurusan.
  5. Anandamaya kosha (Lapisan Kebahagiaan) terdapat dalam tubuh kausal, fungsinya merasakan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan.

Tubuh kausal (karana sharira) 

Merupakan tubuh “benih” atau blueprint tubuh kasar dan halus. Didalam tubuh ini terdapat samskara dan karma yang akan memengaruhi perilaku dan jalan hidup manusia.


5 Lapisan Kesadaran 

Diri manusia yang “sesungguhnya” Bukanlah salah satu bagian dari “tubuh” atau “ lapisan kesadaraan “ yang telah di sebutkan,Untuk membebaskan diri dan mencapai pencerahan,seorang haruslah berhenti nmengidentifikasi dirinya dengan salah satu lapisan atau tubuh ini dan mengidentifikasi dengan sesuatu yang melebihi semua lapisan Tubuh,yakni atman/jiwa.Praktik yoga akan meningkatkan kesadaran manusia untuk menyadari keberadaan jiwa,dan untuk mencapainya,kelima lapisan tubuh ini harus di murnikan terlebih dahulu dengan cara:

  1. Annamaya Kosha (Lapisan Fisik) melalui asanas dan pola makan yang benar.
  2. Pranamaya Kosha (Lapisan energi) melalui pranayama (Olah Napas).
  3. kosha (Lapisan Mental) melalui praktik yama,niyama dan pelayanan terhadap sesama.
  4. Vijnamaya Kosha (Lapisan intelek) melalui praktik meditasi dan studi spriritual.
  5. Anandamaya Kosha (Lapisan Kebahagiaan) melalui samadi.
Baca juga artikel Berlatih Yoga Kundalini, untuk membangkitkan Kundalini Anda...

Wednesday, 12 November 2014

Upacara Omed Omedan (Med Medan)

Omed Omedan (Med Medan)

Ketika berkunjung ke Bali, pernahkah Anda disana kebetulan sedang menggelar Upacara Med Medan? Mungkin ketika kedatangan Anda ke Bali bertepatan dengan Upacara Nyepi maka besar kemungkinan upacara ini juga bakal bisa disaksikan dengan seksama karena perayaannya dilaksanakan pasca Upacara Nyepi dilakukan. Med Medan digelar tepat satu hari setelah Umat Hindu Bali menggelar Nyepi. 

Omed-omedanUpacara ini merupakan upacara kolot yang secara kultural masih dipertahankan hingga kini oleh masyarakat Bali yang memang pada dasarnya mencintai kebudayaan mereka. Belum ada data historis pastinya kapan dimulai upacara ini oleh nenek moyang mereka. Namun yang jelas Med Medan ialah tradisi yang telah berumur ratusan tahun dan dilestarikan secara turun-temurun hingga masa kini.
Apa makna Med Medan? Upacara Med Medan mengandung makna tarik-tarikan (yang berasal dari kata omed-omedan). Dalam sejarahnya, dulu Med Medan pernah dilakukan bertepatan juga dengan Upacara Nyepi. Namun seorang tokoh puri bernama Ida Bhatara Kompiang sedang sakit keras dan karenanya Upacara Med Medan dilarang untuk dilaksanakan supaya tak mengganggu sakitnya tokoh tersebut. Meski demikian, tetap saja ada beberapa warga yang bandel dengan menggelar upacara ini.

Mendengar keramaian di depan purinya, Ida Bhatara Kompiang pun bangun dan minta diantarkan ke depan puri untuk melihat apa yang terjadi. Ida Bhatara pun diantarkan ke depan puri dan disana melihat ada banyak warga yang tetap melaksanakan Upacara Med Medan yang memang sudah turun temurun itu. Ajaibnya, secara berangsur penyakitnya Ida Bhatara mendingan sampai akhirnya sembuh setelah menonton upacara ini. Karena keyakinan bahwa upacara ini bernilai sakral, maka mulai saat itu upacara inipun tak pernah dilarang lagi.

Thursday, 6 November 2014

Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling

Silsilah Ratu Gede Mas Mecaling


Dari perkawinan I Renggan dengan Ni Merahim, lahirlah dua orang anak, satu laki-laki, yang satunya adalah perempuan. Yang laki-laki bernama I Gede Mecaling dan yang perempuan di beri nama Ni Tole, dan Ni Tole kemudian menjadi permaisuri Dalem Sawang yang menjadi raja di Nusa Penida. Sedang I Gede Mecaling mempunyai seorang istri yang bernama Sang Ayu Mas Rajeg Bumi.

I Gede Mecaling sangat senang melakukan tapa brata yoga semadhi di Ped, pengastawaanya ditujukan kepada Ida Bhatara Ciwa dan karena ketekunannya Ida Bhatara Ciwa berkenan turun ke bumi untuk memberikan panugrahan berupa Kanda Sanga. Kemudian, setelah mendapat panugrahan kanda sanga phisik I Gede Mecaling menjadi berubah. Badannya menjadi besar, mukanya menjadi menyeramkan, taringnya menjadi panjang, suaranya menggetarkan seisi jagat raya. Sedemikian hebat dan sangat menyeramkan, maka seketika itu juga jagat raya menjadi guncang. Kegaduhan, ketakutan, kengerian yang disebabkan oleh rupa, bentuk dan suara yang meraung-raung siang dan malam dari I Gede Mecaling membuat gempar di mercapada.Melihat dan mendengar yang demikian, para dewa pun ikut menjadi bingung karena tidak ada satu orang pun yang bisa menandingi kesaktian I Gede Mecaling. Bahkan sesungguhnya para dewa tidak ada yang bisa menandingi, tidak ada yang bisa mengalahkan kesaktian I Gede Mecaling yang bersumber pada kedua taringnya yang telah dianugrahkan oleh Ida Bhatara Ciwa. Akhirnya turunlah Ida Bhatara Indra untuk berusaha memotong taring I Gede Mecaling. Setelah taring I Gede Mecaling berhasil dipotong barulah I Gede Mecaling berhenti menggemparkan jagat raya. Setelah itu I Gede Mecaling kembali melakukan tapa brata yoga semadhi, pengastawanya di tujukan kepada Ida Bhatara Rudra dan Ida Bhatara Rudra pun berkenan turun ke bumi untuk memberikan panugrahan kepada I Gede Mecaling berupa panca taksu, yaitu:

  1. Taksu balian.
  2. Taksu penolak grubug,
  3. Taksu kemeranan,
  4. Taksu kesaktian,
  5. Taksu penggeger.
I Gede Mecaling menjadi raja setelah Dalem Sawang wafat karena berperang dengan Dalem Dukut. Dengan demikian I Gede Mecaling memimpin semua wong samar dan bebutan-bebutan yang ada di bumi. Juga pada akhirnya I Gede Mecaling diberi wewenang oleh Ida Bhatari Durga Dewi untuk mencabut nyawa manusia yang ada di bumi.
I Gede Mecaling juga di berikan wewenang sebagai penguasa samudra. Karena menguasai samudra sering juga disebut Ratu Gede Samudra. Gelar I Gede Mecaling yang diberikan oleh Ibu Durga Dewi yaitu Papak Poleng dan permaisurinya Sang Ayu Mas Rajeg Bumi diberi gelar Papak Selem. I Gede Mecaling moksha di Ped dan istrinya moksha di Bias Muntig. Keduanya sekarang sebagai penguasa di bumi Nusa Penida dan mendapat wewenang sebagai penguasa kematian. Maka bagi umat yang ingin umurnya panjang, sehat, selamat dan lain-lain memohonlah kepada Beliau I Gede Mecaling yang akhirnya bergelar Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling.
Akan tetapi karena sering ke Bali dan bertemu dengan Ida Bhatari Ratu Niang Sakti, akhirnya Ida Bhatara Ratu Gede Dalem Ped juga menjadi Pengabih Ida Bhatari Ratu Niang Sakti. Tidak dapat dijelaskan pada tulisan ini alasan-alasan yang lebih khusus karena etika suci.

Meditasi Japa Gayatri

Meditasi Gayatri Mantram


Meditasi dan Japa yoga
Mantram Gayatri adalah bait pertama dari Puja Tri Sandya. Mantram ini dikenal sebagai ibunya mantram.

Teks mantram Gayatri yang telah di Nusantarakan:

Om Bhur Bhuwah SwahaTat Sawitur WarenyamBhargo dewasya dimahiDhiyo yo nah pracodayat

Text Aslinya:


Om bhūr bhuvaḥ svaḥtát savitúr váreṇyaṃbhárgo devásya dhīmahidhíyo yó naḥ pracodáyāt


Artinya: dari beberapa sumber.
Om – Suara smesta yang diidentifikasi sebagai suara/simbol Tuhan/Siwa Bhur – Alam bawah/butha Bhuvah – Alam tengah/mahluk manusia, binatang, isi duniaSvah – Alam atas/alam DewataTat – BrahmanSavitur –asal segala ciptaanVarenyam – patut disembahBhargo – sinar/cahaya atau kecemerlangan spiritualDevasya – kenyataan TuhanDhimahi – kita bermeditasiDhiyo – budi, intelekYo – yangNah – kitaPracodayat – menerangi

Alam bawah disimbolkan dengan bentuk kotak persegi empat, alam tengah disimbolkan sebagai lingkaran dan alam atas disimbolkan sebagai bentuk segitiga/piramid.
Pada tubuh manusia, chakra Pusar/Manipura adalah alam tengah, chakra Dasar/Muladhara adalah alam bawah dan chakra Mahkota/Sahasrara adalah alam atas. Manusia mencapai kesempurnaan apabila sudah bisa menyatukan ketiga kekuatan simbol ini di chakra Jantung.
Dengan terbukanya inti chakra Sahasrara maka jalur sinar Antahkarana akan turun menuju chakra Muladhara. Mendapat asupan prana dari sinar Antahkarana, chakra Muladhara akan berkembang dan memunculkan api suci Brahma Chakra yang membantu proses pembersihan. Perkembangan chakra Muladhara akan membantu membersihkan nadi utama dan tujuh chakra inti. Kalau jalur-jalur prana sudah terbentuk maka kekuatan dari chakra Muladhara akan naik mencapai chakra Anahata.
Dalam Meditasi Karuna Budhi Sakti sudah disinggung pertemuan dua kekuatan ini. Apabila pertemuan kedua kekuatan ini sudah maksimal maka kesaktian tertinggi manusia akan tercapai dan demikian pula kesidhian manusia akan tercapai.
Istilah Kiwa/kiri dan Tengen/kanan muncul dari pemahaman bahwa orang yang telah mampu membangkitkan kekuatan dari chakra disebut Shakti. Shakti inilah yang disebut Kiwa yang dipicu dari bangkitnya chakra Muladhara/alam bawah. Sedangkan karena chakra Sahasrara yang membawa sifat-sifat alam atas/Dewata maka ia mewarisi sifat Tengen. Kekuatan dari sifat tengen disebut sebagai Sidhi.
Sebagai contoh, seseorang yang mampu menurunkan hujan dengan kemampuan dari bangkitknya kekuatan dalam dirinya disebut sebagai orang ‘sakti’. Sedangkan orang yang mampu menurunkan hujan dengan memohon kepada Dewata disebut orang ‘sidhi’.Di dalam masyarakat sering pula kita mendengar orang mengatakan wisesa atau belajar ‘kawisesan’. Istilah ini adalah memberi suatu pemahaman bahwa orang tersebut sedang melatih kekuatan dari chakra dan juga kekuatan dari Dewata. Atau wisesa itu adalah perpaduan kekuatan Kiwa dan Tengen. Kekuatan yang bertemu di chakra Anahata. Yaitu penyatuan tiga kekuatan dari alam bawah, tengah dan atas atau kekuatan dari Bhur Bhuwah Swah.
Oleh karena itulah mengapa meditasi mantram Gayatri diakui sebagai meditasi tingkat tinggi, sebab mampu membersihkan ketiga alam tersebut. Alam Bhur adalah chakra Muladhara, alam Bhuwah adalah chakra Manipura dan alam Swah adalah chakra Sahasrara.
Dalam banyak literatur dikatakan bahwa, kalau manusia hidupnya sangat susah, maka dengan banyak melakukan japa mantam Gayatri maka segala kesusahannya akan terhapuskan. Dalam artikel mengenai Antahkarana, saya sudah menjelaskan potensi dari setiap chakra akan membawa perubahan yang dahsyat kepada kenyataan hidup yang dialami manusia. Japa mantram Gayatri bersifat pembersihan dari sistem tubuh non fisik. Misalnya, bersih/berkembangnya chakra Muladhara maka manusia pastilah terbebas dari masalah ekonomi atau akan mudah mencapai kehidupan yang rejekian.
Berjapa bukanlah mengejar jumlahnya tetapi kualitasnya. Tetapi kualitas japa dengan jumlah yang sangat banyak adalah harapan setiap manusia. Mulailah dengan 7, 11, 36 kali setiap pagi/subuh atau setiap malam. Kalau sudah terbiasa lakukanlah 108 kali setiap berjapa. Gunakan biji Genetri 108 dari biji Rudraksa (paling umum untuk tujuan berjapa) guna menghitung.
Tahapan:
Sebelum menemukan seorang Guru yang mahir dalam ilmu meditasi, maka berjapa mantram Gayatri adalah meditasi yang sangat aman dan jarang ditemukan suatu gangguan yang disebut sebagai ‘syndrom’. Pencapaian pertama adalah pembukaan inti chakra Sahasrara yang merupakan tolok ukur besarnya jalur Antahkarana. Semakin sering melakukan japa mantram, semakin bertambah besar inti chakra Sahasrara maka jalur Antahkarana semakin besar dan lambat laun akan turun melalui nadi Shusumna hingga pada suatu ketika mencapai chakra Muladhara.
Tercapainya evolusi sempurna (moksha) seluruh manusia adalah menciptakan evolusi di galaksi. Kalau setiap Galaksi sudah mencapai evolusi sempurna maka alam semesta akan mencapai evolusinya. Alam semesta memiliki 108 galaksi maka biji genetri dibuat dengan jumlah 108.

Tercapainya evolusi sempurna (moksha) seluruh manusia adalah menciptakan evolusi di galaksi. Kalau setiap Galaksi sudah mencapai evolusi sempurna maka alam semesta akan mencapai evolusinya. Alam semesta memiliki 108 galaksi maka biji genetri dibuat dengan jumlah 108.

  1. Lakukan penyucian diri seperti mandi.
  2. Duduk bersila dengan kaki kanan di atas/depan atau yang nyaman.
  3. Pegang biji genetri dengan tangan kanan mengambang tidak boleh menyentuh tanah atau pakaian tetapi tergantung di tangan.
  4. Berdo’a kepada para Leluhur dan Dewata/Ibu Dewi Gayatri
  5. Sikap badan sangat rileks.
  6. Fokus pikiran berada di chakra Ajna/mata ketiga. Pikiran selalu bergerak tetapi selalu berusaha kembali ke chakra Ajna.
  7. Setiap selesai satu mantram dorong satu biji genetri dengan jempol.
  8. Setiap mencapai 108, jangan lewati simpul tengah yang disebut Siwa, tetapi balikan genetri.

Berlatih Yoga Kundalini

Yoga Kundalini

Kundalini Cakra
Dalam banyak literatur dikatakan bahwa tujuan yang ingin dicapai dengan melatih berbagai Gerakan Yoga adalah untuk membangkitkan kekuatan dari Kundalini pada sistem tubuh non fisik manusia. Tetapi dalam pandangan umum, yoga diperuntukkan untuk membentuk jalur-jalur ular suci Kundalini hingga pada suatu ketika ular suci Kundalini bisa bangkit dan mencapai chakra Sahasrara. Bagi manusia yang berhasil membangkitkan ular suci Kundalini akan mencapai pencerahan dan kesempurnaan.
Mengamati ciri-ciri gerakan sistematis pada setiap yoga, pada dasarnya tujuan dari yoga adalah menyerap prana sebanyak mungkin dan menciptakan panas tubuh dengan mengolah atau mengekspos tubuh dengan gerakan-gerakan serta pengolahan nafas. Dapat dikatakan bahwa konsep dasar dari yoga adalah bagaimana menyerap prana kemudian mengolahnya untuk membersihkan energi negatif tubuh fisik dan sistem tubuh non fisik yang meliputi nadi utama Shusumna, Ida, Pinggala serta chakra tubuh.
Yoga Kundalini mempunyai banyak fase seperti Asana (sikap duduk), pranayama (sikap nafas), krya (gerakan), dll., di mana semua fase tersebut mengupayakan terjadinya panas tubuh.
Pinisepuh melatih para murid dan pasien sakit medis maupun mejik dengan yoga Kundalini Krya atau yoga Kundalini yang mengandalkan gerakan tertentu yang dalam dunia modern dikenal sebagai ‘Shaking’. Yoga ini menjadi sangat terkenal karena terbukti sangat efesien dan sederhana dilatih namun reaksi dari latihan sangat cepat bisa terjadi terutama bagi orang-orang dengan keluhan sakit yang tidak jelas. Untuk mendapat reaksi hasil latihan yang cepat, yoga Kundalini harus dilatih pada ruangan atau alam terbuka yang mempunyai energi bagus.
Berbagai reaksi yang timbul dari yoga Kundalini berbeda untuk setiap orang dan tergantung dari keluhan yang dideritanya. Untuk orang yang kena sakit mejik dari golongan racun akan muntah-muntah dengan bau busuk atau muntah darah kalau racun mejik cukup keras. Tetapi orang stres juga mengalami muntah-muntah namun bau muntah tidak busuk. Sakit mejik dari golongan energi negatif seperti ‘leak’, bebai (mahluk gaib) akan mengalami respon kesurupan dan berteriak-teriak kesakitan dan ngomong tidak jelas. Sedang bagi orang terpilih untuk mengabdi kepada Dewata tertentu akan terjadi respon menangis atau menari.
Dari pengalaman menangani berbagai keluhan, yang mendapat reaksi jatuh tersungkur dan tertidur tidak sadarkan diri adalah datang dari orang-orang yang sakitnya cukup keras. Biasanya sakit seperti ini telah diderita tahunan.
Respon yang dialami oleh orang-orang sakit medis adalah mirip dengan sakit mejik. Misalnya seseorang yang mengalami tekanan batin sedari lama akan pula berteriak-teriak tidak jelas bahkan dalam kasus cukup berat seperti depresi, respon yang terjadi adalah jatuh menggelepar-gelepar seperti orang kena sakit epilepsi akan tetapi mulutnya tidak berbuih.
Karena respon yang tidak terduga, saat melatih yoga Kundalini untuk prtama kali haruslah didampingi seorang Guru yang paham. Kalau terjadi respon ekstrim agar mendapat tindakan yang sepantasnya.
Yoga Kundalini fase Krya adalah yoga yang membangkitkan unsur api di dalam tubuh secara frontal dan cepat. Gerakan fisik yang sangat sederhana mampu menggetarkan organ fisik maupun organ tubuh non fisik. Karena reaksi yang diakibatkan yoga ini sangat cepat maka yoga Kundalini fase Krya sangat populer dipraktekkan oleh para Guru untuk menyehatkan para murid. Bahkan dipakai dalam praktek penyembuhan masal.
Panas tinggi di dalam tubuh karena gerakan yoga akan menciptakan aliran listrik tubuh yang sangat kuat. Energi negatif yang berada di dalam tubuh manusia dan yang bukan merupakan bagian dari sistem kehidupan akan diusir keluar dari tubuh. Mahluk gaib dari tingkatan paling rendah tidak akan tahan pada panas tinggi dan karena merasa terganggu maka terjadi reaksi atau respon kesurupan. Dari pengamatan kewaskitaan, untuk mahluk gaib negatif yang sudah berkembang, kalau terjadi panas tinggi ia sudah berkemampuan untuk keluar dari tubuh dan masuk lagi kalau panas tubuh sudah reda.
Dilatih dengan rutin, kualitas panas yang dihasilkan yoga Kundalini semakin baik dan berdaya guna untuk menyembuhkan. Namun kendala utama dari yoga Kundalini adalah harus dilatih di lingkungan yang mengandung energi prana banyak dan harus dengan bimbingan Guru yang paham menangani kasus-kasus sakit mejik sebab terkadang reaksinya agak ekstrim. Sedang untuk sakit medis, reaksinya tidak begitu merisaukan sebab reaksi akan cepat reda. Untuk melindungi diri dari reaksi sakit mejik sangat disarankan untuk memakai simbol Surya Sudhanalaya sebab terbukti melindungi gangguan dari mejik. Fungsi lain dari simbol adalah membantu menyerap prana yang besar pada saat latihan yoga atau meditasi sehingga bisa latihan di sembarang tempat karena simbol Sudhanalaya adalah simbol yang menarik prana yang ada disekitar tubuh pemakainya.
Simbol  Sudhanalaya akan membantu menyerap energi prana sedangkan simbol Surya akan membakar energi negatif. Pada saat yang sama akan memutus hubungan dengan pelaku mejik seandainya sakit mejik tersebut masih aktif dan dikontrol oleh pelakunya. Kemudian simbol Surya akan mengolah prana menjadi panas yang akan membantu dalam proses pembersihan energi negatif pada jalur-jalur prana setiap kali dipakai latihan yoga.
Yoga Kundalini dipraktekkan oleh semua tingkatan spiritual sebab sangat efektif untuk mengusir energi negatif dari dalam tubuh. Energi negatif melekat pada setiap chakra dan pada jalur-jalur nadi utama. Bahkan energi negatif yang terhimpun dari kelahiran masa lalu yang melekat di nadi Shusumna yang disebut sebagai karma buruk mampu diusir oleh kekuatan yang diciptakan dari gerakan sederhana yoga Kundalini. Oleh karena mampu membantu membersihkan jalur-jalur yang akan dilalui ular suci Kundalini pada saat kebangkitannya maka yoga ini dinamakan sebagai yoga Kundalini.

Saran Penting

Setelah melakukan yoga Kundalini sangat bagus melakukan Sudhi Kerta atau pelukatan, sebab ritual ini akan membersihkan sisa-sisa energi negatif yang berada dan melekat pada tubuh non fisik. Atau paling tidak, kalau tidak menemukan tempat yang layak untuk Sudhi Kerta, rendamlah kedua kaki di air garam yang hangat sebab sifat garam adalah mengikat energi negatif dan chakra pada telapak kaki adalah salah satu jalan keluar energi negatif dari dalam tubuh. Bagus dilakukan bagi penderita sakit yang melakukan yoga Kundalini. Setelah merendam kaki dilanjutkan dengan mandi dan keramas.
Dasar utama dari kemajuan spiritual adalah kesehatan, sebab sehatnya manusia merupakan ciri kunci dari chakra yang bersih atau paling tidak, prana yang telah diserap tubuh sudah cukup untuk menopang kehidupan. Sebelum manusia sehat maka sangat susahlah mencapai kemajuan spiritual. Hal lain yang saya sarankan, temukanlah seorang Guru yang paham dengan berbagai teknik meditasi dan yoga. Rahasia utama peningkatan spiritual adalah besarnya jalur sinar suci Antahkarana. Yoga Kundalini kalau dilatih oleh orang dengan jalur Antahkarana yang besar akan benar-benar sangat efesien membantu membersihkan jalur-jalur perjalanan Kundalini nantinya.
Yoga Kundalini bukanlah satu untuk semua dan saya berkeyakinan bahwa pemula dalam olah spiritual selalu tertarik kalau meditasi atau yoga ada embel-embel Kundalini. Jadi jangan skeptis dan fanatik dalam satu yoga sebab berbagai yoga diciptakan pada dasarnya untuk membantu manusia membersihkan jalur-jalur Kundalini. Banyak hal yang memperngaruhi kebangkitan Kundalini sehingga perlu banyak pengetahuan yang harus dipelajari dan dipraktekkan.
Kebangkitan Kundalini adalah suatu proses alam yang luar biasa. Tidak cukup latihan beberapa tahun. Memerlukan pengetahuan yang diketahui oleh Guru Suci yang paham agar latihan berkembang sebaik-baiknya.

Prinsip Dasar Yoga Kundalini

Yoga adalah prosesi sakral karena yang dilakukan bukanlah suatu olah raga modern. Yang mendasari dari penciptaan gerakan yoga adalah adanya suatu tujuan suci yaitu membangkitkan ular suci Kundalini. Jadi sebelum memulai suatu yoga maupun meditasi sangat penting melakukan penyucian diri, berdo’a, memuja Tuhan/Siwa atau manifestasi dari Tuhan atau Dewata tertentu agar mendapat restu dan prana yang berlimpah serta mendapat perlindungan  andaikata ada hal-hal negatif di sekitar tempat latihan. Agar dijauhkan dari hal-hal negatif pada saat latihan seperti gangguan dari gaib negatif atau mejik.
Penjelasan dan reaksi yoga Kundalini:

  1.  Ilustrasi pertama menunjukkan sikap awal. Berdiri dengan tangan tercakup. Sikap berdiri dan sikap badan lainnya haruslah benar-benar rileks.
  2. Buka kaki selebar bahu. Mata dipejamkan dengan fokus pikiran kepada mata ketiga.
  3. Perhatikan posisi tangan pada gambar kedua, di mana tangan masih tercakup namun menuju ke depan. Gerakan tangan bolak-balik ke depan dan ke belakang ke arah dada. Pada saat melakukan gerakan ini, tidak ada tekanan pada otot-otot tangan atau otot-otot lainnya di tubuh. Latihlah gerakan ini dengan santai terlebih dahulu.
  4. Perhatikan posisi kaki pada gambar kedua. Tubuh berdiri hanya ditopang hanya oleh jari-jari kaki atau jinjit. Gerakan kaki adalah menapak di lantai dan berjinjit. Latihlah gerakan ini untuk membiasakan diri.
  5. Kalau sudah mencoba gerakan tangan dan kaki, kemudian lakukan kombinasi gerakan tangan dan kaki. Lakukan proses sinkronisasi gerakan tangan dan kaki agar benar-benar harmonis.
  6. Latihlah gerakan yoga Kundalini dengan iringan musik dari mantram Gayatri. Gerakan biasanya dari lambat, tambah cepat dan semakin cepat. Pada saat gerakan cepat terkadang gerakan kaki seperti meloncar-loncat tidak dapat dikendalikan dan hal tersebut tidaklah salah.
  7. Untuk mencapai hasil maksimal, terkadang bagi pemula tidak akan tahan pada tangan yang selalu manggantung dan ingin turun karena terasa sakit dan kaku. Tahanlah tangan pada posisi semula dan jangan diturunkan.
  8. Jangan memaksa mencapai latihan maksimal sampai jantung berdebar keras bagai mau pingsan. Kalau ini terjadi, maka bukanlah cara-cara yang benar. Memang tahap pemula akan mengalami nafas tersengal-sengal dan jantung berdetak keras tetapi bukan itu tujuan dari yoga ini. Jadi latihlah dengan porsi dan waktu yang nyaman. Yang penting rutin dan bukan mengekspos tenaga dalam satu kali latihan. Yang diperlukan adalah rutinitas.
  9. Kalau seseorang mempunyai masalah medis atau non medis, gerakan menjadi tidak terkendali dan di luar kontrol praktisi. Tubuh akan bereaksi dan merespon prana yang diserap. Tubuh akan merespon panas tubuh yang menjadi listrik. Listrik kuat mengalir di seluruh organ fisik dan mempengaruhi organ non fisik. Hal-hal negatif di luar sistem tubuh bawaan lahir dan dianggap membahayakan atau mengganggu tubuh akan diusir dari dalam tubuh.

Kira-kira demikianlah proses dan reaksi dari yoga Kundalini. Banyak sastra dan wacana mengatakan bahwa manusia mampu menyembuhkan dirinya sendiri. Yoga Kundalini termasuk yoga ekstrim yang mampu untuk mengembalikan keaslian dari tubuh manusia sejak dilahirkan asalkan tidak mengalami cacat fisik. Yoga ini akan mengembalikan manusia ke sifat dasar penciptaannya/bawaan lahir. Yoga ini juga sangat membantu dalam pengembangan sifat bawaan lahir dan menjadi manusia berkembang. Latihlah berbagai yoga termasuk yoga Kundalini agar cita-cita mencapai pencerahan terwujud suatu ketika nanti.

Tidak ada batasan umur untuk melatih yoga Kundalini. Kenalkanlah yoga ini kepada anak-anak kalau kebetulan Anda adalah orang tua, sebab dengan demikian Anda telah menolong anak-anak mengalami perkembangan sejak dini.